Melihat bayi mengalami kejang tentu menjadi pengalaman yang menakutkan bagi setiap orang tua. Dalam situasi seperti ini, Ayah dan Bunda mungkin merasa panik dan bingung harus melakukan apa.

Namun, tetap tenang dan mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar sangat penting untuk menjaga keselamatan si kecil. Kejang pada bayi harus dianggap serius dan memerlukan penilaian medis segera, terutama jika baru pertama kali terjadi.

Yuk, kenali 6 langkah pertolongan pertama saat bayi kejang agar Ayah dan Bunda dapat bertindak tepat dalam situasi darurat!

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik 💗

Saat bayi mengalami kejang, usahakan tetap tenang agar dapat memberikan pertolongan dengan baik. Segera perhatikan kondisi bayi dan mintalah bantuan orang lain untuk menghubungi layanan darurat.

Jangan mengguncang tubuh bayi atau mencoba menghentikan gerakan kejang secara paksa. Fokuslah pada keselamatan bayi dan perhatikan perubahan kondisinya.

2. Jauhkan Benda Berbahaya di Sekitar Bayi 🧸

Pastikan area di sekitar bayi aman untuk mencegah cedera selama kejang berlangsung.

  • Singkirkan benda tajam, mainan keras, dan benda lain yang dapat melukai bayi.

  • Jauhkan bayi dari tepi tempat tidur, meja, atau permukaan tinggi.

  • Longgarkan pakaian yang ketat di sekitar leher.

  • Lindungi kepala bayi dari benturan menggunakan benda lembut jika memungkinkan, tanpa menekan atau menghambat pernapasannya.

Jangan memindahkan bayi secara paksa kecuali terdapat bahaya langsung di sekitarnya.

3. Jangan Memasukkan Apa Pun ke Dalam Mulut Bayi 🚫

Ini merupakan hal yang sangat penting untuk diingat!

Saat bayi kejang, jangan memasukkan jari, sendok, kain, obat, air, atau benda apa pun ke dalam mulutnya.

Tindakan tersebut dapat menyebabkan cedera pada mulut, gigi, atau jalan napas. Jangan pula mencoba menarik lidah bayi karena lidah tidak akan tertelan saat kejang.

Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat melalui mulut selama bayi kejang atau belum sadar sepenuhnya.

4. Posisikan Bayi dengan Aman 🛡️

Jika memungkinkan dilakukan dengan aman, posisikan bayi miring untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Jangan menahan gerakan kejang atau memaksa tubuh bayi ke posisi tertentu.

Apabila bayi berada di tempat tidur atau permukaan tinggi, utamakan mencegahnya terjatuh. Jika bayi muntah atau terdapat cairan di sekitar mulut, pastikan jalan napas tidak terhalang.

Setelah kejang berhenti, periksa apakah bayi bernapas normal. Jika bayi tidak bernapas normal, segera hubungi layanan darurat dan ikuti instruksi petugas untuk melakukan resusitasi sesuai kemampuan atau pelatihan yang dimiliki.

5. Catat Durasi Kejang ⏱️

Perhatikan kapan kejang dimulai dan berapa lama berlangsung. Jika aman, mintalah orang lain mencatat waktu atau merekam kejadian untuk membantu tenaga kesehatan memahami gejalanya.

Informasi yang dapat dicatat meliputi:

  • Waktu mulai dan berakhirnya kejang.

  • Gerakan tubuh yang terjadi.

  • Apakah bayi mengalami perubahan warna bibir atau gangguan pernapasan.

  • Kondisi bayi setelah kejang berhenti.

Jika kejang berlangsung selama 5 menit atau lebih, segera cari pertolongan darurat. Jangan menunggu sampai kejang berhenti dengan sendirinya. Jika kejang baru pertama kali terjadi, segera dapatkan pemeriksaan medis meskipun kejang berhenti sebelum lima menit.

6. Segera Cari Bantuan Medis 🏥

Kejang pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan tidak boleh langsung dianggap sebagai kejang demam tanpa pemeriksaan.

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Bayi mengalami kejang untuk pertama kalinya.

  • Kejang berlangsung selama 5 menit atau lebih.

  • Kejang berulang tanpa bayi kembali sadar di antaranya.

  • Bayi kesulitan bernapas atau bibirnya membiru.

  • Bayi tidak kembali sadar atau sulit dibangunkan setelah kejang.

  • Bayi mengalami cedera selama kejang.

Bayi perlu mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab kejang dan menentukan penanganan selanjutnya. Jangan menunda pertolongan hanya karena gerakan kejang telah berhenti.

💚 Ayah dan Bunda, Ingat 6 Langkah Ini!

Saat bayi mengalami kejang, tetap tenang, amankan lingkungan, jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut, posisikan bayi dengan aman, catat durasi kejang, dan segera cari bantuan medis.

Pengetahuan tentang pertolongan pertama dapat membantu orang tua bertindak lebih tepat dalam situasi darurat. Namun, pertolongan pertama bukan pengganti pemeriksaan dan penanganan medis.

Klinik Pratama Sahabat Bunda mengajak Ayah dan Bunda untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan bayi dan anak. Jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki pertanyaan mengenai kejang atau kondisi kesehatan si kecil.

📞 Informasi dan Konsultasi

Untuk informasi kesehatan ibu dan anak, hubungi Klinik Pratama Sahabat Bunda melalui saluran resmi berikut:

  • WhatsApp: 085321089000

  • Instagram: @kliniksahabatbundaevi

  • Website: https://kliniksahabatbunda.com/

  • TikTok: Klinik Sahabat Bunda

  • YouTube: Klinik Pratama Sahabat Bunda

Klinik Pratama Sahabat Bunda — Melayani Sepenuh Hati. 💚

Jangan panik, jangan memasukkan apa pun ke mulut bayi, dan jangan menunda pertolongan medis. Keselamatan si kecil adalah prioritas utama.